Tertibkan Balap Liar Selama Ramadan, Satlantas Polres Bone Bentuk Tim Khusus

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone menyiapkan langkah tegas untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan hakamtibmas. Fokus utama diarahkan pada penindakan balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah.

Kasat Lantas Polres Bone AKP Musmulyadi mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus yang akan berpatroli rutin. Patroli dilakukan secara mobile di sejumlah titik rawan dan difokuskan pada waktu subuh serta malam setelah salat tarawih.

“Kami tidak memberikan toleransi bagi pelaku balap liar. Jalan raya bukan arena balapan. Pengawasan dilakukan secara mobile di beberapa lokasi yang berpotensi dimanfaatkan pelaku,” ujar AKP Musmulyadi dikutip Rabu (18/02/2026).

Ia menjelaskan, balap liar merupakan pelanggaran Pasal 297 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran tersebut diancam pidana kurungan paling lama satu tahun. Denda maksimal yang dapat dikenakan mencapai tiga juta rupiah.

Menurutnya, penindakan tetap disertai pendekatan edukatif kepada masyarakat. Namun, langkah persuasif tidak mengurangi ketegasan aparat di lapangan. Penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama.

Selain balap liar, Satlantas Polres Bone juga menertibkan penggunaan knalpot brong. Suara bising dari knalpot tersebut dinilai mengganggu ketenangan lingkungan. Kondisi itu kerap dikeluhkan warga saat waktu ibadah.

“Jika ditemukan pelanggaran, pelanggar diwajibkan membongkar knalpot brong tersebut dan kendaraan dapat kami sita. Ramadan adalah bulan ibadah, suasana harus tetap tenang,” tegasnya.

AKP Musmulyadi juga mengingatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak. Pengawasan dibutuhkan terutama pada malam hari hingga menjelang sahur. Hal ini dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami tidak ingin keceriaan Ramadan berubah menjadi duka karena kecelakaan fatal. Pengawasan dari orang tua sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban. Warga diminta segera melaporkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Sinergi antara polisi dan masyarakat dinilai krusial selama Ramadan.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari warga Kabupaten Bone. Sejumlah masyarakat mengaku selama ini terganggu kebisingan knalpot brong. Aksi kebut-kebutan juga dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

“Kalau malam ramai suara knalpot brong. Kami sangat mendukung razia ini supaya Ramadan bisa lebih tenang,” ujar salah satu warga di Tanete Riattang Timur.

Warga berharap penertiban dilakukan secara konsisten selama Ramadan. Dengan begitu, suasana ibadah dapat berlangsung lebih khusyuk. Keamanan lalu lintas pun diharapkan semakin terjaga. (ad/sam-01)

Berita terkait