Syarat Perpanjangan STNK Tahunan untuk Perorangan

Punya kendaraan bermotor, baik itu motor kesayangan buat harian atau mobil keluarga untuk jalan-jalan, memang menyenangkan. Tapi, sebagai warga negara yang taat aturan (dan biar nggak was-was kalau ada razia), kita punya satu kewajiban rutin setiap tahun: perpanjang STNK.

Masalahnya, bagi sebagian orang, urusan administrasi begini sering dianggap ribet, membingungkan, atau bahkan menakutkan karena bayangan antrean yang mengular. Padahal, kalau kamu sudah tahu “resepnya”, proses perpanjangan STNK tahunan itu sebenarnya simpel banget, lho.

Syarat-syaratnya nggak sebanyak yang kamu bayangkan, dan sekarang pilihannya sudah banyak banget, mulai dari datang ke kantor SAMSAT langsung sampai lewat aplikasi sambil rebahan. Nah, biar kamu nggak bingung dan nggak bolak-balik karena ada dokumen yang ketinggalan, yuk kita bedah tuntas apa saja syarat perpanjangan STNK tahunan untuk perorangan dengan bahasa yang santai saja.

Dokumen “Wajib Pajak” yang Harus Siap di Dompet

Langkah pertama yang paling krusial adalah menyiapkan dokumen fisik. Jangan sampai sudah sampai ke lokasi, ternyata ada satu surat yang tertinggal di laci rumah. Untuk perorangan, dokumen utamanya cuma ada tiga serangkai. Pertama, STNK asli dan fotokopinya.

Pastikan STNK yang kamu bawa adalah yang asli, bukan sekadar foto di HP atau fotokopian doang, ya. Petugas perlu melihat keaslian lembar pajak tersebut untuk dicap atau divalidasi nanti. Kedua, kamu butuh KTP asli pemilik kendaraan. Ini poin yang sering jadi kendala.

KTP yang dibawa harus sesuai dengan nama yang tertera di STNK. Kalau kamu baru beli motor bekas dan belum sempat balik nama, kamu tetap harus membawa KTP asli pemilik lama. Kalau nggak ada? Nah, itu tandanya kamu harus segera mengurus proses balik nama.

Ketiga, jangan lupa bawa BPKB asli dan fotokopinya. Meski untuk pajak tahunan di beberapa daerah atau layanan tertentu BPKB asli kadang hanya perlu diperlihatkan saja (atau bahkan tidak diminta di layanan Drive Thru), membawa cadangannya adalah langkah preventif yang bijak daripada harus pulang lagi ke rumah.

Pastikan Kendaraan Nggak Punya “Dosa” Masa Lalu

Syarat perpanjangan STNK tahunan bukan cuma soal kertas dan kartu identitas, tapi juga soal status kendaraan itu sendiri. Sebelum berangkat, ada baiknya kamu cek dulu apakah kendaraanmu punya masalah administrasi. Salah satu “dosa” masa lalu yang sering menghambat adalah denda tilang elektronik (ETLE) yang belum dibayar.

Kalau kamu pernah tertangkap kamera melanggar lalu lintas dan belum menyelesaikan denda, sistem di SAMSAT biasanya akan melakukan pemblokiran otomatis. Hasilnya? Kamu nggak akan bisa melakukan perpanjangan STNK sebelum denda tilang tersebut dilunasi.

Jadi, buat kamu yang merasa pernah “terjepret” kamera di jalan, mending cek dulu statusnya secara online. Selain itu, pastikan juga STNK kamu belum mati lebih dari dua tahun. Kalau sudah mati terlalu lama, prosedurnya bakal beda lagi dan biasanya nggak bisa dilakukan di layanan cepat seperti SAMSAT Keliling atau Drive Thru.

Pilih “Jalur” yang Paling Cocok dengan Gayamu

Nah, kalau semua dokumen sudah di tangan dan status kendaraan bersih, sekarang tinggal pilih mau pakai jalur mana. Kalau kamu tipe orang yang suka gerak cepat, SAMSAT Drive Thru adalah pilihan terbaik. Kamu nggak perlu turun dari kendaraan; cukup sodorkan dokumen ke loket, bayar, dan STNK baru sudah di tangan dalam hitungan menit.

Syaratnya tetap sama, tapi biasanya prosesnya jauh lebih ringkas. Buat kamu yang lebih suka suasana santai sambil jalan-jalan di mall, banyak kota besar yang menyediakan Gerai SAMSAT di pusat perbelanjaan. Sambil nunggu antrean yang biasanya nggak terlalu panjang, kamu bisa sambil cuci mata atau ngopi sebentar.

Atau, kalau kamu bener-bener kaum mager yang nggak mau keluar rumah, gunakan aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional). Syaratnya cukup unggah foto KTP, foto STNK, dan foto diri (selfie) untuk verifikasi. Nanti, bukti bayarnya dikirim lewat kurir ke alamat rumah atau bisa diambil dalam bentuk digital. Praktis banget, kan?

Tips Tambahan Agar Prosesnya “Sat-Set”

Sedikit tips tambahan buat kamu yang mau mengurus secara langsung: bawalah pulpen sendiri dari rumah. Kedengarannya sepele, tapi di kantor SAMSAT, pulpen seringkali jadi barang langka yang diperebutkan banyak orang. Dengan bawa pulpen sendiri, kamu bisa lebih cepat mengisi formulir pendaftaran tanpa harus antre pinjam ke orang lain.

Selain itu, usahakan datang lebih pagi, terutama kalau kamu memilih layanan SAMSAT Keliling yang kuotanya terbatas. Satu lagi, pastikan kamu membawa uang tunai secukupnya atau saldo di m-banking yang cukup. Meskipun sekarang sudah banyak yang menyediakan pembayaran non-tunai via QRIS atau debit, terkadang ada kendala sinyal atau mesin EDC yang sedang maintenance.

Menyiapkan dana cadangan dalam bentuk tunai akan menghindarkan kamu dari drama harus lari-lari cari ATM terdekat di tengah proses pengurusan. Perpanjang STNK tahunan itu sebenarnya bukan hal yang menyusahkan kalau kita sudah siap dari awal.

Dengan menyiapkan KTP, STNK, dan BPKB asli, serta memastikan kendaraan bebas dari blokir tilang, prosesnya dijamin bakal lancar jaya. Jadi, jangan ditunda-tunda sampai lewat jatuh tempo ya, karena denda yang harus dibayar itu sayang banget kalau cuma buat nutupin kelalaian kecil. Yuk, jadi pemilik kendaraan yang cerdas dan taat pajak!

Berita terkait