Prosedur Bayar Pajak Kendaraan di Layanan SAMSAT Keliling
Siapa yang tidak malas kalau harus membayangkan antrean panjang di kantor SAMSAT pusat? Apalagi kalau lokasinya jauh dari rumah dan harus berurusan dengan parkiran yang padat. Nah, buat kamu yang ingin cara lebih praktis tanpa harus menempuh perjalanan jauh, layanan SAMSAT Keliling adalah penyelamat yang sesungguhnya.
Layanan ini ibarat “jemput bola” dari pihak kepolisian dan dinas pendapatan daerah untuk memudahkan warga membayar pajak kendaraan tahunan. Bentuknya biasanya berupa bus atau mobil boks yang mangkal di lokasi strategis seperti pasar, alun-alun, atau pusat keramaian lainnya.
Karena tempatnya yang lebih terbuka dan kasual, prosedurnya pun terasa jauh lebih santai dibanding harus masuk ke gedung formal. Tapi, meskipun santai, kamu tetap harus tahu prosedurnya biar nggak bolak-balik karena ada yang kurang. Yuk, kita kupas tuntas cara bayar pajak di mobil SAMSAT Keliling ini!
Persiapan Dokumen: Simpel Tapi Fatal Kalau Lupa
Sama seperti urusan administratif lainnya, persiapan adalah kunci. Di layanan SAMSAT Keliling, syarat yang diminta sebenarnya lebih ringkas karena layanan ini memang dikhususkan untuk pengesahan pajak tahunan saja (bukan ganti plat 5 tahunan).
Dokumen wajib yang harus masuk ke tas kamu adalah STNK asli, KTP asli pemilik kendaraan (sesuai nama di STNK), dan satu lagi yang sering dilupakan: BPKB asli atau setidaknya fotokopinya (tergantung kebijakan daerah masing-masing).
Sedikit tips buat kamu: meskipun petugas biasanya hanya meminta dokumen asli untuk diverifikasi, tidak ada salahnya membawa masing-masing satu lembar fotokopi sebagai cadangan. Kenapa? Karena terkadang ada situasi di mana sistem sedang lambat dan petugas butuh arsip fisik untuk mempercepat pendataan.
Oh ya, pastikan KTP kamu adalah KTP elektronik (e-KTP) yang masih berlaku. Kalau syarat-syarat ini sudah siap, kamu sudah 90% siap untuk “berburu” bus SAMSAT Keliling.
Mencari Lokasi dan Jadwal yang Pas
Layanan SAMSAT Keliling itu sifatnya berpindah-pindah. Jadi, jangan heran kalau hari Senin mobilnya ada di depan pasar, tapi hari Selasa sudah geser ke halaman parkir masjid besar. Inilah pentingnya mengecek jadwal terlebih dahulu.
Biasanya, jadwal mingguan atau bulanan sudah diinformasikan melalui akun media sosial resmi SAMSAT atau Bapenda daerah masing-masing (seperti Instagram atau Twitter). Saran terbaik adalah datang 15-30 menit sebelum jam operasional dimulai.
Misalnya, kalau jadwalnya buka jam 08.00 pagi, ada baiknya kamu sudah stand-by di lokasi jam 07.30. Kenapa? Karena antrean di SAMSAT Keliling ini sering kali “gaib”. Kelihatannya sepi, tapi ternyata sudah banyak orang yang menitipkan dokumen atau mengambil nomor antrean lebih awal.
Dengan datang lebih pagi, kamu bisa jadi orang pertama yang dilayani dan bisa langsung lanjut beraktivitas lainnya.
Alur Pelayanan: Antre, Bayar, Beres!
Begitu sampai di lokasi, langkah pertama adalah menghampiri loket pendaftaran (biasanya di jendela bus bagian depan). Serahkan dokumen STNK dan KTP asli kepada petugas. Di sini, petugas akan melakukan pengecekan data kendaraanmu di sistem.
Kalau data sudah muncul dan tidak ada masalah (seperti blokir tilang atau pajak mati terlalu lama), petugas akan menyebutkan nominal pajak yang harus kamu bayar. Setelah itu, kamu tinggal menunggu sebentar sampai nama kamu dipanggil ke loket pembayaran. Di loket ini, kamu menyerahkan uang sesuai nominal yang disebutkan.
Kabar baiknya, sekarang banyak layanan SAMSAT Keliling yang sudah menerima pembayaran lewat QRIS atau debit, tapi membawa uang tunai tetap sangat disarankan untuk berjaga-jaga jika sinyal mesin EDC sedang rewel.
Setelah bayar, kamu akan menerima STNK yang sudah diberi stempel pengesahan atau lembaran pajak baru yang sudah tercetak. Jangan lupa cek kembali nama, nomor polisi, dan masa berlaku di STNK baru tersebut sebelum meninggalkan lokasi.
Kenapa SAMSAT Keliling Lebih Asyik?
Banyak orang lebih memilih layanan ini bukan cuma karena lokasinya yang dekat, tapi karena suasananya yang lebih “manusiawi”. Sambil menunggu nama dipanggil, kamu bisa sambil jajan gorengan di sekitar lokasi, ngobrol dengan sesama pembayar pajak, atau sekadar menikmati udara luar. Tidak ada suasana kaku khas kantoran yang kadang bikin tegang.
Selain itu, proses di SAMSAT Keliling biasanya jauh lebih cepat. Kalau dokumen lengkap dan antrean normal, proses dari setor dokumen sampai terima STNK jadi biasanya nggak sampai 15 menit. Ini sangat membantu buat kamu yang punya jadwal padat dan hanya punya waktu luang sebentar di jam istirahat.
Namun perlu diingat, layanan ini tidak melayani ganti plat nomor (pajak 5 tahunan) atau balik nama. Untuk urusan yang melibatkan cek fisik kendaraan, kamu tetap harus sowan ke kantor SAMSAT pusat.
Jadi, buat kamu yang masa berlaku pajaknya sudah mepet, jangan ditunda lagi. Cek jadwal SAMSAT Keliling di kotamu, siapkan STNK dan KTP, lalu berangkatlah pagi-pagi. Bayar pajak jadi terasa seperti jajan di pinggir jalan: praktis, cepat, dan nggak bikin pusing!