Polda Banten Tinjau Kesiapan Jelang Arus Mudik 2026

E-Samsat.id – Polda Banten melaksanakan pengecekan langsung di Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Kota Cilegon. Kegiatan ini dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, GM Pelabuhan Pelindo Ciwandan Benny Ariady, serta Pejabat Utama Polda Banten.

Kapolda Banten menyampaikan bahwa Pelabuhan Pelindo Ciwandan telah menyiapkan empat dermaga.

“Pelabuhan Pelindo Ciwandan telah menyiapkan empat dermaga untuk mendukung kelancaran arus mudik. Selain itu, kami juga mengecek lokasi khusus tenda-tenda yang dipersiapkan untuk kendaraan roda dua. Nantinya, fasilitas tersebut akan dilengkapi oleh ASDP berupa tenda untuk ticketing loket dengan sistem tap elektronik, area UMKM, toilet portable, serta lokasi tempat ibadah,” jelasnya, Rabu (4/3/26).

Irjen Pol. Hengki menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos kesehatan.

“Kami juga menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos kesehatan. Insya Allah seluruh persiapan ini akan siap pada tanggal 9, termasuk penghentian operasional bongkar muat batu bara yang akan dihentikan mulai tanggal tersebut,” jelasnya.

Irjen Pol. Hengki menambahkan bahwa untuk roda dua tersedia 12 lajur dengan kapasitas masing-masing lajur sebanyak 400 kendaraan.

“Total kapasitas mencapai 4.800 bahkan sampai 5.000 roda dua. Untuk golongan 5B dan 6B kapasitasnya 400 sampai 500 kendaraan. Sehingga ketika kapal sandar dan pintu dibuka, kendaraan sudah siap karena tiketnya telah diambil. Sementara itu, di Bojonegara diperuntukkan bagi kendaraan sumbu 3 golongan 7, 8, dan 9, sedangkan di Merak untuk pejalan kaki, mobil pribadi maupun bus,” ungkapnya.

Diimbau Kapolda Banten kepada para pemudik agar mematikan mesin kendaraan saat menunggu kapal, demi kenyamanan dan kesehatan bersama.

“Kami mengimbau para pemudik roda dua agar tetap berada di tenda sambil menunggu giliran naik ke kapal. Selain itu, mesin kendaraan sebaiknya dimatikan sementara waktu guna menghindari paparan gas CO₂ yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan,” jelasnya. (ad/sam-01)

Berita terkait