Polantas Menyapa di Jambi, Kakorlantas Tekankan Kepatuhan dan Keselamatan di Jalan Raya
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengajak para pengemudi ojek online (Ojol) di Jambi untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta memperkuat kolaborasi dengan kepolisian.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Polantas Menyapa yang digelar di Gedung Ditlantas Polda Jambi, Senin (23/2/2026).
Dalam sambutannya, Kakorlantas menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas institusi Polri, khususnya Korlantas, dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Sebenarnya Kakorlantas Polri dan Dirgakkum Korlantas Polri, termasuk Kasat Lantas, tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum. Tetapi saya akan bangga ketika masyarakat tertib dengan sendirinya, patuh dengan sendirinya, ada komunikasi dengan Polantas, ada persahabatan dengan Polantas, ini adalah kekuatan,” tutur Irjen Agus.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan atensi langsung pimpinan untuk merangkul seluruh elemen, termasuk komunitas pengemudi ojek online yang setiap hari berada di jalan raya.
“Kalau saya boleh bilang, Ojol tidak boleh ditilang. Karena di mana-mana Ojol itu sahabatnya Polri. Setiap saya ke daerah, yang pertama saya temui adalah Ojol. Karena ini perintah, ini atensi Bapak Kapolri untuk bisa kita bersaudara,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepatuhan hukum tetap menjadi kewajiban seluruh pengguna jalan. Menurutnya, transformasi penegakan hukum kini lebih mengedepankan sistem elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
“Program saya, penegakan hukum itu 95 persen menggunakan ETLE. Biar pun kami tidak bangga melakukan penegakan hukum, tetapi masyarakat harus patuh hukum,” tegasnya.
Kakorlantas juga mendorong jajaran di daerah untuk aktif membangun ruang komunikasi informal bersama komunitas, seperti kegiatan silaturahmi dan diskusi santai guna membahas persoalan di lapangan.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh komunitas Ojol untuk tetap kompak, tertib, dan menjadi contoh keselamatan berlalu lintas, terutama di momentum Ramadan.
“Yang penting kita kompak dan bersatu. Layani rekan-rekan kita, kolaborasi, komunikasi, dan silaturahmi,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran Direktorat Lalu Lintas setempat serta dialog bersama perwakilan komunitas Ojol. (ad/sam-01)