Perbedaan SPT 1770, 1770 S dan 1770 SS
Pernahkah kamu merasa bingung saat masuk ke situs DJP Online dan tiba-tiba dihadapkan pada pilihan angka yang mirip-mirip kode rahasia? “Mau pakai formulir 1770, 1770 S, atau 1770 SS, Kak?” tanya sistem dengan sopan, sementara kamu cuma bisa bengong menatap layar.
Memilih formulir SPT (Surat Pemberitahuan) yang tepat itu ibarat memilih ukuran baju. Kalau kekecilan (kurang detil), laporanmu bisa dianggap tidak lengkap. Kalau kebesaran (terlalu rumit), kamu sendiri yang bakal pusing mengisinya. Di tahun 2026 ini, meski sistem sudah semakin pintar, kita tetap harus tahu “porsi” kita ada di mana.
Yuk, kita bedah perbedaan ketiga jenis formulir SPT ini dengan bahasa santai biar kamu nggak salah pilih “baju” saat musim lapor pajak tiba!
Formulir 1770 SS (Sangat Sederhana)
Kita mulai dari yang paling simpel. Sesuai namanya, 1770 SS adalah jalur ekspres. Formulir ini didesain sesingkat mungkin agar tidak membebani wajib pajak yang profil keuangannya tidak rumit.
- Siapa yang Pakai? Pekerja atau karyawan yang penghasilan kotornya (bruto) tidak lebih dari Rp60 juta dalam setahun. Selain itu, syarat mutlaknya adalah kamu hanya bekerja pada satu pemberi kerja (satu perusahaan).
- Isinya Apa Saja? Cuma satu halaman, Sobat! Kamu hanya perlu mengisi total penghasilan, nilai harta (misal: saldo tabungan dan motor), serta total utang secara gelondongan. Tidak perlu rincian yang mendalam.
- Kelebihannya: Proses pengisian di e-Filing sangat cepat. Kalau dokumen sudah siap, 5 menit juga beres!
Formulir 1770 S (Sederhana)
Naik satu tingkat ke formulir 1770 S. Huruf “S” di sini bisa kita artikan sebagai “Sederhana” tapi sudah sedikit lebih lengkap daripada si “Sangat Sederhana”.
- Siapa yang Pakai? Karyawan yang penghasilan kotornya di atas Rp60 juta dalam setahun. Formulir ini juga wajib dipakai kalau kamu bekerja di dua perusahaan atau lebih dalam setahun (misal: kamu pindah kerja di bulan Juni). Selain itu, kalau kamu punya penghasilan lain seperti bunga deposito atau royalti, di sinilah tempatnya.
- Isinya Apa Saja? Lebih detil. Kamu harus memasukkan data dari bukti potong (Formulir 1721-A1 atau A2) yang diberikan kantor. Di sini juga ada lampiran untuk merinci harta satu per satu (misal: merk motor, tahun beli, dan harganya) serta rincian utang.
- Kelebihannya: Memberikan gambaran keuangan yang lebih akurat bagi pekerja menengah ke atas namun tetap tidak serumit formulir para pengusaha.
Formulir 1770 (Tanpa Embel-Embel)
Nah, ini adalah “level bos”. Formulir 1770 adalah yang paling lengkap dan paling panjang. Jika kamu tidak berstatus sebagai “karyawan murni”, besar kemungkinan kamu harus menggunakan formulir ini.
- Siapa yang Pakai?
1). Wiraswasta/Pengusaha: Kamu yang punya toko, online shop, atau bisnis katering.
2). Pekerja Bebas (Freelancer): Penulis, desain grafis lepasan, artis, dokter yang buka praktik sendiri, atau pengacara.
3). Penerima Penghasilan dari Banyak Sumber: Kamu yang punya ruko untuk disewakan sekaligus punya bisnis sampingan. - Isinya Apa Saja? Sangat detail. Kamu perlu melampirkan laporan keuangan atau rekapitulasi peredaran bruto (omzet) bulanan. Jika kamu menggunakan metode norma (NPPN), kamu harus menghitung sendiri penghasilan netomu sebelum masuk ke perhitungan pajak.
- Kelebihannya: Mengakomodasi semua jenis penghasilan dan biaya-biaya usaha, sehingga pajak yang dibayarkan benar-benar sesuai dengan realitas keuntungan bisnismu.
Tips Biar Nggak Salah Pilih
Satu kesalahan yang sering terjadi adalah seorang freelancer menggunakan formulir 1770 S karena merasa “penghasilan saya kan dikit”. Jangan ya, Dek! Status pekerjaanmu adalah penentunya. Jika di KTP atau data NPWP statusmu adalah “Pekerjaan Bebas”, sistem DJP Online biasanya akan mengunci pilihanmu ke formulir 1770.
Begitu juga untuk kamu yang pindah kerja. Pastikan minta dua bukti potong dari kantor lama dan kantor baru, lalu masukkan semuanya ke formulir 1770 S. Kalau cuma lapor satu, nanti statusnya jadi “Kurang Bayar” dan kamu bisa kena denda.
Memahami perbedaan 1770, 1770 S, dan 1770 SS adalah langkah awal untuk menjadi warga negara yang melek finansial. Dengan memilih formulir yang benar, proses lapor pajakmu jadi lebih lancar, akurat, dan yang paling penting: hati tenang karena sudah mengikuti prosedur yang tepat.