Panduan Lengkap Menggunakan Aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional)

Pernahkah kamu membayangkan bisa membayar pajak kendaraan sambil santai menonton serial favorit atau bahkan saat masih memakai piyama di hari Minggu pagi? Dulu, ide ini terdengar seperti mimpi di siang bolong. Kita harus bangun pagi, menyiapkan tumpukan dokumen, dan bersiap menghadapi antrean yang menguji kesabaran di kantor SAMSAT.

Tapi sekarang, mimpi itu sudah jadi kenyataan berkat aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional). SIGNAL bukan sekadar aplikasi biasa. Ini adalah terobosan resmi dari Korlantas Polri yang mengintegrasikan data dari berbagai instansi terkait di seluruh Indonesia.

Intinya, aplikasi ini adalah “kantor SAMSAT di dalam genggaman”. Buat kamu yang belum pernah coba atau masih ragu karena takut bingung dengan teknologinya, yuk kita bahas panduan lengkapnya dengan cara yang paling simpel dan santai.

Langkah Awal: Registrasi dan Verifikasi Wajah

Hal pertama yang harus kamu lakukan tentu saja mengunduh aplikasi SIGNAL di Play Store atau App Store. Setelah terpasang, langkah awalnya adalah melakukan registrasi akun. Di sini, kamu akan diminta memasukkan data diri seperti NIK, nama sesuai KTP, alamat email, dan nomor ponsel yang aktif.

Pastikan semua data yang kamu masukkan benar-benar akurat ya, karena ini menyangkut legalitas dokumen kendaraanmu. Nah, bagian yang paling penting adalah verifikasi wajah. SIGNAL menggunakan teknologi biometric recognition untuk memastikan bahwa yang mendaftar benar-benar pemilik identitas tersebut.

Tipsnya: cari tempat dengan pencahayaan yang terang, lepaskan kacamata atau masker, dan ikuti instruksi gerakan wajah di layar. Kalau proses ini berhasil, akun kamu akan segera aktif. Jangan lupa untuk memverifikasi email yang dikirimkan agar akunmu makin aman dan “sah” untuk digunakan.

Menambahkan Data Kendaraan (Milik Sendiri atau Keluarga)

Setelah punya akun, saatnya mendaftarkan kendaraanmu. Masuk ke menu “Tambah Kendaraan Bermotor”, lalu masukkan nomor polisi dan lima digit terakhir nomor rangka kendaraan. Menariknya, SIGNAL tidak hanya membatasi untuk kendaraan atas nama pribadi saja.

Kamu juga bisa menambahkan kendaraan milik anggota keluarga lain yang masih berada dalam satu Kartu Keluarga (KK). Proses ini sangat membantu kalau kamu ingin menjadi “pahlawan keluarga” dengan mengurus pajak motor ayah atau mobil ibu sekaligus.

Begitu data dimasukkan, sistem akan bekerja secara otomatis mencocokkan data di database nasional. Jika sinkron, informasi lengkap mengenai kendaraan tersebut, termasuk masa berlaku pajak dan nominal yang harus dibayar, akan langsung muncul di layar ponselmu. Transparan banget, kan?

Proses Pembayaran yang Anti-Ribet

Setelah data kendaraan muncul, kamu tinggal memilih kendaraan mana yang ingin diperpanjang pajaknya. Sistem akan menampilkan rincian biaya secara detail, mulai dari PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), hingga biaya admin. Kalau kamu setuju, kamu akan mendapatkan Kode Bayar.

Kode Bayar ini bisa digunakan di berbagai kanal pembayaran digital. Kamu bisa bayar lewat m-banking hampir semua bank besar di Indonesia, lewat ATM, bahkan lewat minimarket atau dompet digital tertentu. Masa berlaku kode bayar ini biasanya hanya 2 jam, jadi pastikan kamu segera menyelesaikannya setelah kode muncul.

Begitu pembayaran terkonfirmasi, status di aplikasi SIGNAL akan berubah menjadi “Lunas”. Kamu nggak perlu lagi balik ke kantor SAMSAT cuma buat minta cap, karena pengesahannya sekarang sudah berbentuk digital yang sah secara hukum.

Mau Bukti Fisik? Bisa Dikirim ke Rumah!

Salah satu fitur yang paling bikin “jatuh cinta” pada aplikasi SIGNAL adalah layanan pengiriman TBPKP (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran) fisik. Meskipun kamu sudah punya bukti digital di aplikasi (E-TBPKP dan E-Pengesahan), sebagian orang tetap merasa lebih mantap kalau punya lembaran pajak asli untuk diselipkan di dalam STNK.

Di aplikasi SIGNAL, kamu bisa memilih opsi pengiriman dokumen fisik melalui Pos Indonesia. Kamu tinggal masukkan alamat lengkap pengiriman, bayar ongkos kirimnya, dan petugas Pos akan mengantarkan lembaran pajak baru tersebut langsung ke depan pintu rumahmu.

Kamu benar-benar tidak perlu keluar rumah sama sekali! Inilah definisi sebenarnya dari layanan publik yang memanjakan masyarakat.

Kenapa Harus Pindah ke SIGNAL?

Mungkin ada yang masih berpikir, “Ah, saya lebih suka cara lama.” Padahal, menggunakan SIGNAL punya banyak keuntungan selain hemat waktu. Pertama, kamu terhindar dari potensi pungutan liar atau biaya tambahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kedua, datanya jauh lebih akurat karena langsung terhubung ke database Polri. Ketiga, kamu bisa memantau jatuh tempo pajak kapan saja, jadi nggak ada lagi alasan “lupa” yang berujung denda.

Menggunakan teknologi seperti SIGNAL adalah cara kita beradaptasi dengan zaman. Hidup sudah cukup sibuk dengan urusan pekerjaan dan hobi, jadi jangan biarkan urusan administratif yang sebenarnya bisa dilakukan dalam 5 menit menyita waktu berhargamu.

Berita terkait