Kakorlantas Agus Suryonugroho Turunkan ETLE Drone, Pantau Arus Mudik Lebaran Secara Real-Time

E-Samsat.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menurunkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone presisi guna memberikan pemantauan pergerakan kendaraan secara real time di jalan tol selama arus mudik dan balik Idulfitri dalam rangka Operasi Ketupat 2026, Rabu (4/3).

Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa penggunaan ETLE Drone telah melalui tahap uji coba dan siap dioperasikan pada titik-titik rawan kepadatan, termasuk jalan tol, rest area dan gate tol.

“ETLE drone memang sudah kita lakukan uji coba, khusus dalam Operasi Ketupat ini nanti akan kita gunakan memantau daerah-daerah yang rawan-rawan kepadatan, rawan-rawan perlambatan, di simpul-simpul jalan tol, di rest area, di gate tol, mungkin di Malang Raya dan Bali,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Selain memantau volume kendaraan di tol dan rest area, drone juga akan mengawasi pergeseran arus lalu lintas dari udara, serta dapat memberikan informasi imbauan terkait kebijakan Korlantas Polri.

“Disamping kita akan melihat traffic counting baik itu di tol, di rest area, drone juga akan memantau pergeseran flow kendaraan. Jadi nanti ada himbauan dari Korlantas, ganjil genap, nanti akan kita lakukan pengawasan melalui udara,” jelas Kakorlantas Polri.

Lebih lanjut, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan, ETLE Drone Presisi dapat melakukan penegakan hukum, namun dalam Operasi Ketupat difokuskan pada pemantauan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan.

“ETLE drone presisi ini bisa melakukan pengawasan dan bisa melakukan penegakan hukum, tetapi dalam Operasi Ketupat, karena ini operasi kemanusiaan, kita hanya memantau, mendeteksi, dan memberikan informasi real-time tentang flow untuk bisa kita lakukan keputusan apakah itu contraflow, apakah itu one way, apakah itu alih arus, termasuk penjagaan dan lain sebagainya terutama di jalan tol,” tegas Kakorlantas Polri.

Pengawasan melalui ETLE Drone difokuskan pada sejumlah titik strategis di jalan tol, di antaranya KM 29, KM 81, sepanjang KM 70 hingga KM 414 yang akan dilakukan secara mobile.

“Jalan tol ada beberapa titik yang nanti akan kita awasi, KM 29, KM 81, sepanjang KM 70 sampai KM 414 nanti akan mobile. Di samping dari Command Center juga akan kita pantau, tapi ETLE drone itu adalah bisa memberi gambaran real-time yang situasi pada saat itu,” tambah Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Meski didukung teknologi canggih, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Korlantas Polri tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum, kami justru menghimbau kepada pengguna jalan, pemudik agar supaya tertib berlalu lintas. Karena suksesnya Operasi Ketupat bagian daripada disiplin dan tertib lalu lintas dari masyarakat,” jelas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Terakhir, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya sebatas lalu lintas, tetapi juga mencakup aspek keamanan secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi demi kelancaran mudik dan arus balik Lebaran.

“Operasi Ketupat bukan hanya kita mengamankan di jalan, tetapi kita hadir untuk bisa mengamankan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat. Mari negara, masyarakat, stakeholder sama-sama bekerja sama dengan riang gembira menghadapi mudik dan balik ini. Bukan hanya selamat pada saat berangkat, tetapi selamat sampai tujuan dan bahagia dengan keluarganya, dan selamat pada saat kembalinya. Itu kita jamin,” pungkas Kakorlantas Polri. (ad/sam-01)

Berita terkait