Dirgakkum Korlantas Tekankan Sinergi Satgas hingga Kehadiran Personel di Lapangan saat Ops Ketupat 2026

E-Samsat.id – Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antarsatgas serta kehadiran aktif anggota di lapangan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Latpraops Ketupat 2026 di Aula Gedung Bareskrim Polri pada Selasa (10/3/2026).

Brigjen Pol Faizal menjelaskan Operasi Ketupat bukan hanya tugas satu fungsi saja, tetapi melibatkan seluruh unsur satgas yang bekerja secara terpadu untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.

“Operasi Ketupat ini bukan hanya tugas lalu lintas saja. Ada enam satgas yang terlibat, mulai dari preventif, kamseltibcarlantas, penegakan hukum, hingga bantuan operasi. Semua harus bekerja bersama-sama,” kata Brigjen Pol Faizal.

Menurutnya, indikator keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat di bidang lalu lintas antara lain menurunnya angka kecelakaan, berkurangnya pelanggaran, tidak adanya kecelakaan menonjol, serta penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang berjalan sesuai perencanaan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way kini tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan berdasarkan perhitungan teknologi dan data traffic counting yang memantau volume kendaraan secara real time.

“Sekarang kita sudah menggunakan teknologi. Setiap 500 meter di jalan tol sudah ada kamera, dan setiap pintu tol memiliki traffic counting. Jadi kita bisa memantau pergerakan kendaraan secara langsung dari command center,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ia juga menyampaikan sebanyak 3,6 juta kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta. Pergerakan terbesar diperkirakan melalui jalur tol Cikampek, Cikupa, dan jalur menuju Bandung.

Arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang pada 13–14 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Selain itu, Polri menyiapkan sebanyak 2.756 pos yang terdiri dari 1.629 pos pengamanan, 784 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu di berbagai wilayah Indonesia.

Ia mengajak seluruh personel yang terlibat dalam operasi untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan agar pengamanan mudik Lebaran dapat berjalan dengan baik.

“Laksanakan tugas ini dengan hati yang senang. Semoga pengamanan mudik dan arus balik berjalan aman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan bahagia,” pungkasnya. (ad/sam-01)

Berita terkait