Cara Humanis Polisi Tabalong Ingatkan Pengendara: Helm Bukan Sekadar Aturan Tapi Nyawa
E-Samsat.id – Hiruk-pikuk lalu lintas di kawasan Simpang Toko Mawar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, tampak sedikit berbeda pada Rabu (11/03/2026).
Di tengah deru mesin kendaraan dan kesibukan warga memulai aktivitas, hadir sosok-sosok berseragam cokelat yang tidak sedang melakukan razia kaku, melainkan menyapa warga dengan pendekatan yang jauh lebih hangat.
Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabalong turun ke jalan membawa misi penting: menyelamatkan nyawa melalui edukasi.
Di bawah komando langsung Kasat Lantas AKP Oki Hermawan, S.H., M.M., mereka menggelar kegiatan Penerangan Keliling (Penling) yang dirancang sedemikian rupa agar pesan keselamatan bisa diterima tanpa rasa canggung oleh masyarakat.
Pesan-pesan tentang pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga imbauan untuk tidak melawan arus, disampaikan secara berulang namun tetap dengan nada yang persuasif.
“Keselamatan di jalan raya itu bukan hanya soal mematuhi hukum atau takut ditilang petugas. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kasih sayang kita kepada keluarga yang menunggu di rumah,” ujar salah satu petugas melalui pengeras suara, sembari sesekali melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas.
Tak hanya mengandalkan suara, visualisasi berupa spanduk dan hand banner yang berisi pesan-pesan kreatif juga dibentangkan. Hal ini terbukti efektif menarik perhatian para pengguna jalan, mulai dari pengemudi angkutan hingga anak muda yang sedang menuju kampus atau tempat kerja.
Petugas mengingatkan agar surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK selalu siap di dompet, bukan karena ada pemeriksaan, tapi sebagai wujud kedisiplinan diri.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pendekatan humanis seperti ini merupakan instruksi langsung untuk membangun jembatan kepercayaan antara polisi dan masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi yang menyentuh sisi personal seperti ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan di titik-titik rawan bisa ditekan secara signifikan,” ungkap Iptu Heri.
Lebih lanjut, Iptu Heri menekankan bahwa setiap detik di jalan raya sangatlah berharga. Dengan saling menghargai sesama pengguna jalan, maka tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
“Kami tidak ingin hanya hadir sebagai penegak hukum, tapi sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan. Ingat, dengan mematuhi aturan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan orang lain yang juga berhak pulang dengan selamat ke rumah masing-masing,” tambahnya menutup perbincangan.
Melalui aksi sederhana namun konsisten ini, Polres Tabalong berharap budaya tertib berlalu lintas tidak lagi menjadi beban kewajiban, melainkan gaya hidup baru bagi seluruh warga Bumi Saraba Kawa. (ad/sam-01)