Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Saat Membeli Kendaraan Bekas
Membeli kendaraan bekas memang sering kali menjadi pilihan cerdas untuk mendapatkan unit impian dengan harga miring. Namun, di balik kilaunya bodi mobil atau mulusnya suara mesin motor incarannmu, ada satu hal yang jauh lebih penting untuk diperiksa: Surat-surat kendaraan.
Di era sekarang, teknologi pemalsuan dokumen sudah semakin canggih. Banyak oknum yang mampu mencetak BPKB dan STNK yang secara sekilas terlihat sangat mirip dengan aslinya.
Bayangkan betapa ruginya jika kamu sudah mengeluarkan uang puluhan atau ratusan juta rupiah, eh ternyata suratnya palsu atau “aspal” (asli tapi palsu). Kendaraanmu bisa disita polisi, dan uangmu pun melayang.
Jangan khawatir! Biar kamu nggak jadi korban penipuan, yuk simak panduan cara cek keaslian BPKB dan STNK dengan gaya santai tapi tetap akurat berikut ini.
1). Menelisik Keaslian BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)
BPKB adalah sertifikat kepemilikan yang sah, ibarat sertifikat tanah untuk sebuah bangunan. Berikut adalah cara mendeteksi BPKB asli:
- Perhatikan Sampul (Cover): Sampul BPKB asli terbuat dari bahan yang tebal, kaku, dan memiliki tekstur yang khas. Warnanya hijau tua (untuk model lama) atau biru cokelat (untuk model baru). Jika sampulnya terasa lemas atau warnanya pudar seperti hasil fotokopi warna, kamu patut curiga.
- Cek Hologram di Halaman Pertama: Ini adalah cara paling ampuh. Buka halaman pertama, cari hologram di pojok kanan atas. BPKB asli memiliki hologram yang akan berubah warna saat kamu goyangkan (efek pelangi). Jika hologramnya hanya terlihat seperti stiker kusam atau tidak berubah warna, itu tandanya palsu.
- Identitas Pemilik & Nomor Seri: Di bawah hologram, terdapat nomor seri BPKB. Kamu bisa mencoba merabanya; pada BPKB asli, nomor ini biasanya terasa agak timbul. Selain itu, pastikan nama pemilik dan data kendaraan tidak terlihat seperti bekas dihapus atau ditumpuk tulisannya.
- Lambang Korlantas di Halaman Akhir: Cobalah sinari halaman terakhir BPKB dengan lampu ultraviolet (UV). Pada BPKB asli, akan muncul simbol-simbol khusus atau serat optik yang menyala, mirip seperti uang kertas.
- Tanda Tangan dan Stempel: Pastikan tanda tangan pejabat kepolisian dan stempelnya terlihat tajam dan meresap ke kertas, bukan hasil cetakan printer yang pecah-pecah.
2). Memeriksa Keaslian STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)
STNK adalah dokumen yang harus kamu bawa setiap saat saat berkendara. Karena ukurannya kecil, sering kali orang luput memeriksanya secara detail.
a). Hologram Sisi Kanan: Sama seperti BPKB, STNK memiliki hologram di sisi kanan. Pada STNK asli, hologram ini tertanam permanen di dalam kertas, bukan sekadar tempelan.
b). Ejaan dan Kualitas Tulisan: Perhatikan ejaan nama, alamat, dan jenis kendaraan. STNK asli dicetak dengan mesin khusus kepolisian yang menghasilkan tulisan rapi dan tajam. Jika kamu menemukan tulisan yang miring, pudar, atau ada salah ketik, itu adalah tanda bahaya.
c). Cek Lubang-Lubang Halus (Perforasi): Coba perhatikan sisi kiri STNK. Terdapat lubang-lubang kecil yang membentuk tulisan “STNK”. Ini dilakukan dengan mesin khusus. Jika lubang tersebut terlihat tidak rapi atau hanya berupa titik-titik tinta, kemungkinan besar itu palsu.
d). Bandingkan dengan Masa Berlaku Pajak: STNK terdiri dari dua lembar (surat kendaraan dan tanda bukti pajak). Pastikan nomor seri dan data di kedua lembar tersebut identik.
3). Cara Modern: Gunakan Aplikasi dan SMS
Zaman sudah canggih, kamu nggak perlu lagi hanya mengandalkan mata telanjang. Gunakan bantuan teknologi untuk verifikasi data:
a). Aplikasi Layanan Pajak Daerah: Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki aplikasi cek pajak kendaraan (seperti SIGNAL, SAMBARA untuk Jabar, New Sakpole untuk Jateng, atau Cek Ranmor DKI). Masukkan plat nomor kendaraan, dan lihat apakah data yang muncul di HP sama dengan yang tertera di surat-surat tersebut.
b). Layanan SMS: Jika tidak ada aplikasi, kamu bisa menggunakan layanan SMS singkat. Contohnya, untuk wilayah Jakarta, ketik METRO [Nomor Polisi] kirim ke 1717.
c). Scan Barcode: Pada STNK model terbaru, terdapat QR Code. Kamu bisa memindainya dengan ponsel untuk melihat validasi data dari server kepolisian.
4). Tips Pamungkas: Ajak Cek Fisik ke Samsat
Jika kamu masih merasa ragu setelah melakukan semua pengecekan di atas, ada satu cara paling ampuh dan final: Ajak penjual untuk melakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat.
Katakan kepada penjual, “Bang, saya minat, tapi biar sama-sama enak, kita cek fisik dulu ke Samsat ya.” Jika penjual menolak dengan berbagai alasan, lebih baik urungkan niatmu. Penjual yang jujur pasti tidak akan keberatan jika dokumennya diperiksa secara resmi oleh petugas kepolisian. Di Samsat, petugas akan menggesek nomor rangka dan nomor mesin, lalu mencocokkannya langsung dengan database nasional.
Mengecek keaslian BPKB dan STNK adalah langkah wajib sebelum menyerahkan uang pembayaran. Jangan pernah terburu-buru hanya karena harga murah. Teliti hologramnya, raba tekstur kertasnya, dan gunakan aplikasi di ponselmu untuk verifikasi data.