Begini Cara Ditlantas Polda Jambi Edukasi Safety Riding ke Santri Ponpes Al-Kautsar Dendang Jambi

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi menggelar program edukasi keselamatan berkendara melalui “Police Go To Pesantren” pada ratusan santri di Yayasan Pondok Pesantren Al-Kautsar Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (18/2/2026).

Para santri diberikan pemahaman mengenai etika berlalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan administrasi kendaraan, serta teknik dasar keselamatan berkendara roda dua.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi AKBP Novrizal menegaskan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Keselamatan adalah prioritas. Helm standar bukan sekadar atribut, melainkan pelindung nyawa. Begitu pula kelengkapan surat kendaraan, itu bentuk tanggung jawab sebagai warga negara,” terang AKBP Novrizal dikutip Kamis (19/02/2026).

Dalam sesi praktik safety riding, tim yang dipimpin Kanit Dikmas Fidelis Gulo memperagakan langsung teknik berkendara yang aman. Santri menyaksikan simulasi pengereman, posisi duduk ideal, hingga pentingnya menjaga konsentrasi saat berada di jalan.

Sementara itu, pimpinan pesantren Mochamad Abdul Ghofur menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurut dia, edukasi keselamatan berlalu lintas relevan dengan pembinaan karakter santri.

“Pengetahuan keselamatan berlalu lintas penting agar santri tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial saat berada di ruang publik,” kata Abdul Ghofur.

Apresiasi juga disampaikan pimpinan yayasan Doni yang menilai kehadiran aparat kepolisian membawa nilai edukatif yang aplikatif bagi santri.

Program ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan usia muda. Lingkungan pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.

Melalui pendekatan edukatif diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya memahami nilai keagamaan, tetapi juga patuh saat berkendara guna mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan pengendara usia produktif di Jambi. (ad/sam-01)

Berita terkait